Falconnews

Berita Terkini dan Terupdate

News

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Cikande Koordinasi Penyerapan Jagung Hibrida ke Perusahaan Pakan

CIKANDE – Polsek Cikande terus berkomitmen memperkuat program ketahanan pangan nasional di wilayah hukumnya. Kali ini, langkah nyata ditunjukkan melalui kunjungan strategis ke sejumlah perusahaan produsen pakan ternak besar di kawasan industri Cikande, yakni PT Malindo Feedmill dan PT Wonokoyo Jaya Kusuma.

​Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan oleh Panit 1 Binmas Polsek Cikande, Iptu Rokhidi. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjembatani ketersediaan hasil tani masyarakat, khususnya jagung hibrida, agar dapat terserap secara maksimal oleh sektor industri.

​Iptu Rokhidi menjelaskan bahwa peran kepolisian bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi fasilitator bagi kesejahteraan masyarakat tani. Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan manajemen perusahaan mengenai standar kualitas dan kapasitas penyerapan jagung hibrida yang dibutuhkan oleh pabrik.

​”Kami ingin memastikan bahwa hasil jerih payah masyarakat dalam menanam jagung memiliki saluran pasar yang jelas. Dengan adanya komunikasi yang baik antara Polsek, petani, dan perusahaan pakan, rantai distribusi dapat berjalan lebih efektif,” ujar Iptu Rokhidi.

​Kapolsek Cikande AKP Tatang menyambut baik langkah proaktif personelnya dalam mengawal program ketahanan pangan ini. Ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi lokal sangat bergantung pada kelancaran penyerapan komoditas unggulan daerah.

​”Langkah ini merupakan implementasi dari program Polri dalam mendukung swasembada pangan. Kami berupaya memastikan perusahaan-perusahaan besar di wilayah Cikande dapat memprioritaskan penyerapan jagung hibrida hasil panen masyarakat lokal. Jika penyerapan industri berjalan lancar, semangat petani untuk berproduksi akan meningkat, dan ketahanan pangan nasional pun terjaga,” ungkap Kapolsek Cikande.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem saling menguntungkan (mutualisme) di mana pihak perusahaan mendapatkan pasokan bahan baku yang stabil, sementara masyarakat petani mendapatkan kepastian harga dan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *